DI dapur gizi Pos Yandu Anggrek Kelurahan Sukamulya, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, beberapa perempuan terlihat sibuk melakukan persiapan untuk memasak makanan.
Mereka Kader Pos Yandu Anggrek Kelurahan Sukamulya yang setiap hari menyiapkan makanan untuk anak berusia di bawah lima tahun (balita) dalam upaya penanggulangan kasus stunting.
Stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, yang ditandai dengan panjang atau tinggi badan anak berada di bawah standar.
Hari itu ibu-ibu kader Pos Yandu tersebut, memulai persiapan untuk menyajikan makanan bergizi.
Mereka telah menyusun rencana dan mendapatkan bahan-bahan makanan hasil donasi yang dihimpun rumah zakat.
Ada sayuran segar, buah-buahan serta bahan protein seperti telur dan ikan.
Kemudian dimasak dan dikemas berdasarkan standar tim ahli gizi Puskesmas Sukamulya Kecamatan Cigugur.
Dengan penuh semangat, mereka pun memulai proses memasak. Beberapa kaum ibu sibuk memotong sayuran.
Sementara ibu yang lain mengolah bahan-bahan dengan resep yang telah direkomendasikan oleh tim gizi.
Suasana di dapur tampak hangat, dengan tawa dan obrolan hangat yang mengisi ruangan.
Ketika makanan sudah siap disajikan, mereka mengemasnya menggunakan wadah terbungkus rapih.
Paket-paket makanan itu, lalu dibagikan kepada anak-anak yang terindikasi stunting.
Mereka sangat membutuhkan perhatian khusus dalam pemenuhan gizi.
Kemudian, beberapa ibu kader pos yandu tersebut mengantarkan hidangan ke rumah-rumah anak stunting di kelurahan tersebut.
Mereka tidak sekadar mengantar makanan, tapi juga memberikan semangat dan informasi terkait dengan pentingnya gizi yang seimbang. (Rahayu)***








