Pendidikan

FTBI Tingkat Kecamatan Darma Diikuti 26 SD, Jaring Potensi Seni Sunda

×

FTBI Tingkat Kecamatan Darma Diikuti 26 SD, Jaring Potensi Seni Sunda

Sebarkan artikel ini
Berbagai lomba seni Sunda diadakan melalui FTBI Tingkat SD se-Kecamatan Darma. (Foto: LPPL KUNINGAN/ULFA NURFAUZIAH)

Darma, lpplkuningan.co.id – Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) jenjang sekolah dasar (SD) tingkat Kecamatan Darma digelar di SDN 1 Darma, Kabupaten Kuningan, Rabu (23/9/2026). Kegiatan tersebut diikuti seluruh SD di Kecamatan Darma sebagai upaya menjaring potensi siswa sekaligus mengenalkan seni Sunda sejak dini.

Ketua Panitia FTBI Kecamatan Darma, Iid Agus Fadhilah, mengatakan terdapat sekitar 26 sekolah dasar di Kecamatan Darma yang mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, seluruh SD di wilayah tersebut tahun ini turut berpartisipasi dalam FTBI.

“Untuk tahun sekarang alhamdulillah mengikuti semua, berarti 100 persen mengikuti kegiatan Lomba Festival Tunas Bahasa Ibu,” kata Iid.

Sejumlah cabang lomba digelar dalam FTBI tersebut, di antaranya borangan atau *ngabodor sorangan*, sajak Sunda, nembang pupuh, menulis aksara Sunda, membaca sajak, dan mendongeng.

Iid menjelaskan, FTBI merupakan kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap tahun. Para peserta yang memiliki kemampuan dan potensi di bidang bahasa serta budaya Sunda nantinya dapat melanjutkan kompetisi ke jenjang berikutnya.

Ia menyebut, pada pelaksanaan tahun sebelumnya, sejumlah peserta dari Kecamatan Darma berhasil melanjutkan kompetisi hingga tingkat Kabupaten Kuningan dan bahkan mencapai tingkat Provinsi Jawa Barat.

“Karena tahun kemarin juga dari Darma, alhamdulillah, bisa mengikuti kegiatan lomba di tingkat kabupaten dan berhasil ke tingkat provinsi, ada beberapa cabang lomba dari Darma,” ujarnya.

Menurut Iid, pelaksanaan FTBI tahun ini juga diharapkan dapat kembali melahirkan peserta yang mampu melanjutkan ke tingkat kabupaten hingga Provinsi Jawa Barat.

Selain menjadi ajang kompetisi, FTBI diharapkan dapat memperkenalkan budaya Sunda kepada peserta didik maupun tenaga pendidik. Pengenalan tersebut dinilai penting agar bahasa dan budaya Sunda tetap dikenal oleh generasi muda.

“Harapan kami dari panitia, mudah-mudahan selain tenaga pendidiknya, termasuk anak-anaknya, itu setidaknya dikenalkan dengan budaya kesundaan,” kata Iid.

Ia memastikan kegiatan tersebut akan kembali dilaksanakan pada tahun berikutnya karena menjadi salah satu program tahunan di Kecamatan Darma. [UN]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *