LPPLKUNINGAN-Sejak dulu hingga kini, warga Kabupaten Kuningan dikenal banyak yang merantau di beberapa kota besar, semisal Jakarta, Bogor, Bekasi, Yogyakarta, bahkan luar pulau Jawa seperti Sumatra.
Perantau asal Kuningan dari berbagai kalangan, mulai pedagang hingga pejabat di momen lebaran mudik atau pulang ke kampung halaman.
Mereka tak sekadar mudik, tapi berperan memberikan kontribusi untuk pembangunan daerah dalam berbagai cara dilakukan.
Silaturahmi dengan pemerintah desa, pemerintah kabupaten sudah menjadi tradisi mewarnai acara tahunan itu.
Baca Juga : Ketika Perantau Asal Kuningan Pulang Kampung
Selain itu juga menggelar silaturahmi antar warga perantau di daerah perantauan.
Berbeda dengan momen silaturahmi lebaran kali ini menggelar silaturahmi di kampung halaman, di kemas dalam sebuah acara di desa.
Paguyuban Barudak Rantau Kuningan Sunda (Barakuda) menggelar acara Silaturahmi Akbar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-14 Barakuda, di Open Space Galeri, Desa Kertawangunan, Kecamatan Sindangagung, Selasa (24/3/2026).
Mereka salah satunya memberikan santunan kepada anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial dan wujud nyata semangat gotong royong yang terus dijaga oleh seluruh anggota paguyuban.
Sebelumnya, membentuk panitia dari unsur perantau dan warga yang berdomisili di daerah, termasuk di dalamnya unsur pemerintah desa.
Sementara itu, warga asal Desa Langseb, Kecamatan Lebakwangi, menggelar silaturahmi dikaitkan dengan acara Milangkala ke-318 Desa Langseb, Senin (23/3/2026) malam.
Ketua Perantau Desa Langseb, Abdul Wahab, mengatakan silaturahmi dalam rangkaian acara milangkala desa, itu hasil kolaborasi antara pemerintah desa, masyarakat, pemuda, dan perantau.
“Pembiayaan kegiatan, termasuk pagelaran wayang golek, bersumber dari swadaya masyarakat dan kontribusi perantau sebagai wujud kecintaan terhadap kampung halaman,” kata Wahab.
Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, yang hadir bersama dengan Wakil Bupati Tuti Andriani, mengapresiasi sinergi warga dan perantau yang dinilai sebagai modal utama dalam percepatan pembangunan desa.
“Desa Langseb menunjukkan contoh nyata bagaimana kolaborasi dapat mendorong kemajuan pembangunan daerah,” kata Dian. ***












