Darma, lpplkuningan.co.id – Pengelola Waduk Darma, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, mengoptimalkan distribusi air untuk memenuhi kebutuhan irigasi di tengah kemarau panjang yang menyebabkan volume waduk menyusut pada 2026.
Petugas OP di UPB (Unit Pengelola Bendungan) Darma, Ahmad Mansubun Z, mengatakan pengaturan pengeluaran air dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan pengairan di wilayah Kuningan dan sekitarnya, termasuk daerah Cirebon.
Menurut Ahmad, kondisi kekurangan air di sejumlah wilayah berpotensi berdampak terhadap pertanian, mulai dari kekeringan hingga gagal panen. Karena itu, pengeluaran air diupayakan maksimal sesuai kebutuhan pengairan.
“Untuk daerah Kuningan dan sekitar Cirebon yang mungkin dekat dengan sumber air, kita sudah optimalisasi untuk pengairan ke daerah tersebut sehingga untuk gagal panen atau kekeringan mungkin sedikitnya bisa teratasi,” kata Ahmad saat diwawancarai pada Kamis, 15 Oktober 2026.
Ia menjelaskan, pengeluaran air untuk irigasi rutin dilakukan sejak Juni 2026, setelah musim hujan berakhir. Pada tahun ini, volume pengeluaran air lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya karena kemarau panjang dan kebutuhan pengairan yang menjangkau wilayah lebih luas.
Pengaturan distribusi air tersebut mengacu pada Rencana Tahunan Operasi Waduk (RTOW). Melalui rencana ini, jadwal pengeluaran air untuk kebutuhan irigasi telah disusun untuk satu tahun ke depan.
Ahmad mengatakan, jadwal tersebut menjadi acuan dalam mengatur pengeluaran air agar kebutuhan pengairan dapat dilayani sesuai perencanaan.
Di tengah kondisi tersebut, pengelola menghadapi tantangan untuk memenuhi kebutuhan irigasi dengan ketersediaan air yang terbatas. Optimalisasi distribusi menjadi salah satu upaya untuk membantu mengurangi dampak kekeringan terhadap lahan pertanian di wilayah yang mendapat pasokan dari Waduk Darma. [UN]











