LPPLKUNINGAN-Acara “Saba Desa” yang disiarkan melalui Radio LPPL Kuningan merupakan inisiatif yang sangat positif dan strategis dalam memperkuat komunikasi publik, khususnya terkait isu pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa.
Demikian disampaikan Prof. Dr. H. Mahi M. Hikmat, M.Si., Guru Besar UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Minggu
(11/4/2026).
Baca Juga : Acara Saba Desa Kuningan Kuningan FM Menginspirasi Masyarakat Perdesaan
Program ini, kata Mahi, tidak hanya menjadi sarana penyebaran informasi, tetapi juga menjadi ruang dialog yang inklusif antara pemerintah, pemangku kebijakan, dan masyarakat desa.
Melalui platform Radio LPPL Kuningan, pesan-pesan pembangunan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas, cepat, dan efektif.
Hal itu penting dalam mendorong partisipasi aktif warga desa dalam berbagai program pembangunan, mulai dari peningkatan infrastruktur, penguatan ekonomi lokal, hingga pengembangan kapasitas sumber daya manusia.
“Acara Saba Desa Kuningan FM, juga mencerminkan pendekatan komunikasi pembangunan yang humanis dan partisipatif,” kata Hikmat, yang juga praktisi komunikasi itu.
Melalui acara siaran Saba Desa, aspirasi masyarakat desa tidak hanya didengar, tetapi juga menjadi bagian dari proses perumusan kebijakan.
Model komunikasi seperti ini sejalan dengan semangat pembangunan berkelanjutan yang menempatkan masyarakat sebagai subjek, bukan sekadar objek pembangunan.
Dengan demikian, acara ini patut diapresiasi sebagai media edukasi publik yang mampu memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat desa.*
“Jadi bisa mempercepat terwujudnya pembangunan yang inklusif dan berkeadilan di Kabupaten Kuningan,” katanya.








