KUNINGAN, lpplkuningan.co.id-Persatuan Guru Républik Indonesia (PGRI) Kabupaten Kuningan mendorong kepala sekolah perempuan memperkuat kompetensi kepribadian dan sosial.
Mereka diharapkan mampu menjadi teladan bagi peserta didik dalam menciptakan lingkungan sekolah yang positif.
Oleh karena, para guru dan kepala sekolah dibekali pendidikan melalui Pelatihan Peningkatan Kompetensi Kepribadian dan Kompetensi Sosial bagi Kepala Sekolah dan Guru Perempuan PGRI Kabupaten Kuningan.
Ketua PGRI Kabupaten Kuningan, Ida Suprida, S.Pd., M.M, mengatakan pihaknya menjalin kerja sama dengan Universitas Indraprasta (UNINDRA) Jakarta,, menggelar pelatihan di SMPN 5 Kuningan, Selasa 22 Séptémber 2026.
Pelatihan bertema Membangun Pendidik yang Berkarakter, Komunikatif, Kolaboratif, dan Inspiratif dalam Mewujudkan Pendidikan Berkualitas itu diikuti kepala sekolah dan guru perempuan yang tergabung dalam PGRI Kabupaten Kuningan.
Pelatihan tersebut diikuti sekitar 150 peserta, terdiri atas kepala sekolah dan guru dari 32 cabang PGRI Kabupaten Kuningan. Selain itu, kegiatan juga dirangkaikan dengan kuliah umum bagi mahasiswa S2 Unindra.
Ida menambahkan, materi pelatihan menekankan karakter, integritas, etika, disiplin, tanggung jawab, kesadaran diri, dan kematangan emosional dalam menjalankan profesi pendidik.
Selain itu juga peserta dibekali kemampuan komunikasi interpersonal dan empatik untuk membangun hubungan harmonis dengan siswa, kepala sekolah, sesama guru, tenaga kependidikan, orang tua, dan masyarakat.
Selain itu, peserta diperkuat dalam kerja sama, kolaborasi, serta pengelolaan perbedaan dan konflik secara konstruktif.
Ida mengharapkan, guru dan kepala sekolah perempuan tidak hanya kompeten dalam mengajar, tetapi juga matang dalam bersikap, komunikatif, kolaboratif, dan mampu menginspirasi lingkungan sekolah.
“Ini penting untuk mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang sehat dan positif,” kata Ida.
Bupati menilai, upaya membangun pendidikan karakter tidak cukup hanya dengan memberikan pemahaman kepada peserta didik. Guru sebagai garda terdepan pendidikan juga harus memiliki karakter, ketangguhan kepribadian, serta kemampuan sosial yang kuat agar mampu menjadi teladan bagi anak didiknya.
“Sebelum kita mengajarkan akhlak dan karakter kepada murid, gurunya harus terlebih dahulu dibekali dengan kompetensi kepribadian dan sosial yang kuat. Ini sangat penting,” ujar Bupati.
Menurutnya, tantangan pendidik saat ini semakin kompleks seiring perkembangan teknologi informasi dan perubahan karakter generasi peserta didik. Karena itu, guru dituntut untuk terus belajar, beradaptasi dan meningkatkan kapasitas agar tidak tertinggal oleh perkembangan zaman.
Bupati Dian menyampaikan bahwa proses transformasi pendidikan perlu dilakukan secara bertahap, menyesuaikan kondisi dan ekosistem masing-masing satuan pendidikan.
Menurutnya, perubahan tidak dapat dilakukan secara instan, tetapi membutuhkan tahapan, penyesuaian serta pengulangan agar dapat menjadi bagian dari budaya pendidikan.
Rektor Unindra Prof. Dr. H. Sumaryoto mengatakan, perkembangan era digital dan pengaruh global telah membuat persoalan pendidikan semakin kompleks.
Kondisi tersebut menuntut guru tidak hanya memiliki kompetensi profesional, tetapi juga kompetensi kepribadian dan sosial.
Ia menjelaskan, Unindra sebagai perguruan tinggi di bawah naungan PGRI memiliki komitmen untuk berkontribusi dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
“Kompetensi kepribadian dan sosial menjadi sangat penting. Bagaimana kita memengaruhi lingkungan, baik di dalam kelas maupun di masyarakat,” ujarnya.
Sebelumnya, Ketua PGRI Kabupaten Kuningan Ida Suprida, S.Pd., M.M., dalam laporannya menyampaikan bahwa pelatihan tersebut diikuti sekitar 150 peserta, terdiri atas kepala sekolah dan guru dari 32 cabang PGRI Kabupaten Kuningan. Selain itu, kegiatan juga dirangkaikan dengan kuliah umum bagi mahasiswa S2 Unindra.
Ida menjelaskan, pelatihan dilaksanakan dalam empat kelas agar peserta memperoleh ruang pembelajaran yang lebih intensif, interaktif dan komunikatif. Kegiatan ini menjadi bagian dari kerja sama PGRI Kabupaten Kuningan dengan Unindra dan PGRI DKI Jakarta dala
m meningkatkan kompetensi para pendidik.(Persatuan Guru Républik Indonesia (PGRI) Kabupaten Kuningan mendorong kepala sekolah perempuan memperkuat kompetensi kepribadian dan sosial.
.
Bupati menilai, upaya membangun pendidikan karakter tidak cukup hanya dengan memberikan pemahaman kepada peserta didik. Guru sebagai garda terdepan pendidikan juga harus memiliki karakter, ketangguhan kepribadian, serta kemampuan sosial yang kuat agar mampu menjadi teladan bagi anak didiknya.
“Sebelum kita mengajarkan akhlak dan karakter kepada murid, gurunya harus terlebih dahulu dibekali dengan kompetensi kepribadian dan sosial yang kuat. Ini sangat penting,” ujar Bupati.
Menurutnya, tantangan pendidik saat ini semakin kompleks seiring perkembangan teknologi informasi dan perubahan karakter generasi peserta didik. Karena itu, guru dituntut untuk terus belajar, beradaptasi dan meningkatkan kapasitas agar tidak tertinggal oleh perkembangan zaman. (Otong)*











