Ekonomi

Petani Linggamekar Ungkap Hasil Demplot Ubi Jalar Capai 6,3 Ton

×

Petani Linggamekar Ungkap Hasil Demplot Ubi Jalar Capai 6,3 Ton

Sebarkan artikel ini
Petani Desa Linggamekar, Bangun, dalam kegiatan Sosialisasi Demplot Pertanian Tahun Anggaran 2026 dan distribusi sarana produksi bagi petani di Lapangan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan, Senin (21/9/2026). (Foto; LPPL KUNINGAN/ ULFA NURFAUZIAH)

Kuningan, lpplkuningan.co.id – Penerapan demplot ubi jalar di Desa Linggamekar, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan, menunjukkan peningkatan hasil produksi. Petani setempat mencatat hasil panen yang sebelumnya sekitar 3,5 ton per 100 bata meningkat menjadi sekitar 6,3 ton per 100 bata pada musim penghujan.

Pengalaman tersebut disampaikan salah seorang petani Desa Linggamekar, Bangun, dalam kegiatan Sosialisasi Demplot Pertanian Tahun Anggaran 2026 dan distribusi sarana produksi bagi petani di Lapangan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan, Senin (21/9/2026).

Bangun mengatakan peningkatan produksi tersebut diperoleh setelah menerapkan pola budidaya dan pemupukan berdasarkan hasil demplot.

Menurutnya, keberhasilan budidaya ubi jalar tidak hanya bergantung pada penggunaan pupuk. Sejumlah tahapan juga berpengaruh terhadap hasil produksi, mulai dari persiapan lahan, kondisi pH tanah, pemilihan bibit, pemupukan, pengendalian hama dan penyakit, hingga perawatan tanaman.

Selain peningkatan produktivitas, Bangun berharap dukungan terhadap petani juga diperkuat melalui ketersediaan alat dan mesin pertanian. Ia menyebut kebutuhan tersebut cukup besar karena luas lahan pertanian di wilayahnya mencapai ratusan hektare.

“Kami berharap bantuan untuk alat pertanian, terutama traktor, karena di tempat kami lahannya ratusan hektare sementara traktornya hanya satu atau dua. Kalau mau menggunakan, harus menunggu cukup lama,” ungkapnya.

Pengembangan ubi jalar di Kabupaten Kuningan kemudian mendapat dorongan melalui peluncuran GEMBOL atau Gerakan Menanam Boled oleh Bupati Kuningan.

Bupati Kuningan mengatakan gerakan tersebut diharapkan dapat memperkuat ekosistem pertanian, mulai dari budidaya, peningkatan produktivitas, pengolahan, hingga perluasan pasar.

“Dengan tekad Bapak dan Ibu semua untuk mendorong pertanian semakin maju, insyaallah saya sebagai Bupati akan terus memberikan perhatian. Mudah-mudahan ketahanan pangan Kuningan, termasuk boled, semakin meningkat dari waktu ke waktu,” tutur Bupati.

Ia juga menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah, penyuluh pertanian, kelompok tani dan petani dalam meningkatkan hasil pertanian.

“Yang paling penting adalah kerja sama dan kekompakan antara petani, pemerintah dan PPL. Dengan kerja sama dan kekompakan, saya yakin hasil pertanian kita bisa terus meningkat,” pungkasnya.

Peluncuran GEMBOL ditandai dengan pernyataan resmi Bupati Kuningan bahwa Gerakan Menanam Boled Kabupaten Kuningan telah diluncurkan.

Gerakan tersebut diharapkan menjadi salah satu upaya untuk mengembangkan ubi jalar Kuningan sekaligus membuka peluang peningkatan produktivitas, nilai tambah dan kesejahteraan petani melalui sektor pertanian. [UN]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *