Example floating
Example floating
KELUARGAKesehatan

Kesehatan Mental Perempuan dalam Persiapan Kehamilan, Kuat Bukan Berarti Tidak Lelah

×

Kesehatan Mental Perempuan dalam Persiapan Kehamilan, Kuat Bukan Berarti Tidak Lelah

Sebarkan artikel ini

LPPPLKUNINGAN.CO.ID-Kesehatan mental perempuan dalam persiapan kehamilan, kondisi ketika perempuan merasa lebih tenang secara emosi, mampu mengelola stres, tidak memendam tekanan sendirian serta memiliki dukungan dari lingkungan .

“Merasa siap menjalani kehamilan, bukan hanya secara fisik tetapi juga batin,” kata Dr. Ai Nurasiah, SST.,MKM., Ketua Program Studi Ilmu Kebidanan UBHI, dalam Talkshow di Radio Kuningan FM, Rabu (21/4/2026).

Kesehatan perempuan dalam persiapan kehamilan, kata Ai, penting lantaran perempuan tidak masuk ke masa kehamilan hanya dengan tubuhnya.

Dengan kata lain, lanjutnya, perempuan membawa beban pikiran, rasa takut, kecemasanlm, teringat pengalaman masa lalu.

” Mungkin saja teringat kondisi relasi dengan pasangan, tekanan ekonomi dan sosial yang sedang dihadapinya,” ujarnya

Ada banyak perempuan terlihat kuat padahal lelah, karena perempuan sering dibiasakan untuk mengurus orang lain dulu, menahan perasaan, dan tidak banyak mengeluh.

Tanda-tanda perempuan sedang tidak baik-baik saja secara mental,mudah lelah walau tidak terlalu banyak aktivitas.

Selain itu, jugu sulit tidur atau tidur tidak nyenyak, mudah menangi,  lebih sensitif dan mudah tersinggung, merasa cemas berlebihan, merasa sendirian dan kehilangan semangat.

Merasa takut menghadapi masa depan, merasa tidak cukup baik sebagai istri atau calon ibu, ltidak menikmati hal-hal yang biasanya disukai

 

 

Perempuan yang sehat mentalnya akan lebih siap untuk  memeriksakan kesehatan sebelum hamil, menjaga pola makan, 0mengelola stres, membangun komunikasi yang baik dengan pasangan mengambil keputusan yang lebih tenang, menjalani kehamilan dengan kesiapan yang lebih utuh

 

Sebaliknya, perempuan yang sangat lelah secara mental sering menunda pemeriksaan, tidak peduli dengan dirinya, merasa tidak punya tenaga untuk mempersiapkan apa-apa, memendam beban sendirian, menjalani persiapan kehamilan dengan rasa takut, bukan rasa siap.

Peran suami dan keluarga

 

Perempuan tidak bisa disuruh sehat sendirian. Perempuan perlu:l didengar dihargai, tidak dihakimi, dibantu, ditemani saat mempersiapkan kehamilan.

 

Apa yang bisa dilakukan perempuan?

 

Jujur pada diri sendiri

Akui kalau memang sedang lelah, cemas, atau penuh.

 

Jangan memendam semuanya sendirian

Ceritakan kepada suami, keluarga, sahabat, atau tenaga kesehatan yang dipercaya.

 

Beri waktu untuk istirahat.

Istirahat bukan kelemahan, tetapi kebutuhan.

 

Jaga hubungan dengan Allah

Shalat, dzikir, doa, dan ketenangan spiritual sangat penting untuk memperkuat hati.

 

Mulai mempersiapkan kehamilan secara utuh

Bukan hanya cek badan, tetapi cek juga kesiapan emosi, relasi, dan dukun

gan.

 

Cari bantuan lebih awal bila perlu

Jangan menunggu sangat berat baru mencari pertolongan.*

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *