KELUARGA

PKK dan Dharma Wanita Persatuan Didorong Jadi Penggerak Keselamatan Lalu Lintas

×

PKK dan Dharma Wanita Persatuan Didorong Jadi Penggerak Keselamatan Lalu Lintas

Sebarkan artikel ini
Kasi Keselamatan Dishub Kuningan dan Kabid Angkutan dan Keselamatan Dishub Kuningan

Kuningan, lpplkuningan.co.id – Program Sadar Lalu Lintas Usia Dini (SALUD) di Kabupaten Kuningan akan dikembangkan dengan melibatkan lingkungan keluarga. Edukasi keselamatan lalu lintas nantinya tidak hanya menyasar anak-anak di sekolah, tetapi juga ibu-ibu PKK dan Dharma Wanita Persatuan.

Kasi Keselamatan Dinas Perhubungan Kabupaten Kuningan, Devi Avianti, mengatakan keterlibatan keluarga penting dalam membangun kebiasaan tertib berlalu lintas. Sebab, anak-anak tidak hanya mendapatkan pembelajaran di sekolah, tetapi juga meniru kebiasaan orang-orang di lingkungan keluarga.

“Kesadaran lalu lintas ini sangat penting, baik ibunya, baik pelaku pengguna jalan lainnya seperti anak-anaknya, serta di lingkungan keluarga itu sendiri,” ujar Devi Devi saat diwawancara didampingi Kabid Angkutan dan Keselamatan Dishub Kuningan Alfien Fadilah, S.H. saat kegiatan SALUD di TK Pertiwi, Rabu (16/9/2026).

Ia menyebutkan, pengembangan program SALUD mendapat dukungan dari Hj. Ela Helayati, S.Sos., selaku Ketua TP PKK Kabupaten Kuningan sekaligus Bunda PAUD. Ke depan, sosialisasi keselamatan lalu lintas akan diarahkan kepada ibu-ibu PKK dan Dharma Wanita.

Menurut Devi, langkah tersebut diharapkan dapat memperluas pemahaman keselamatan lalu lintas hingga ke lingkungan keluarga. Dengan demikian, orang tua dapat ikut memberikan contoh dan membiasakan perilaku aman kepada anak-anak ketika menjadi pengguna jalan.

“Insya Allah kegiatan ini tadi sudah mendapat dukungan dari Ibu Bupati bahwa kegiatan ini akan terus berlangsung menyebar ke sekolah-sekolah, tidak hanya untuk anak usia dini, tapi di tingkat kalangan pelajar yang ada di Kabupaten Kuningan,” katanya.

Selain perluasan sosialisasi, dukungan Pemerintah Kabupaten Kuningan juga diarahkan pada rencana pengadaan Taman Lalu Lintas atau taman edukasi melalui anggaran APBD Kabupaten Kuningan. Fasilitas tersebut nantinya dapat menjadi sarana pembelajaran keselamatan lalu lintas bagi anak-anak.

Sementara itu, Hj. Ela Helayati menyambut positif kolaborasi dalam program SALUD dan berharap kegiatan serupa dapat diperluas ke TK dan PAUD lainnya di Kabupaten Kuningan.

Program SALUD sendiri baru pertama kali dilaksanakan PKTJ Tegal bersama pihak terkait sebagai upaya menanamkan budaya keselamatan jalan sejak usia dini. Edukasi yang diberikan diharapkan tidak berhenti di sekolah, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama melalui lingkungan keluarga. [UN]

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *