lpplkuningan.co.id – Pemerintah Kabupaten Kuningan mencanangkan Gema SAUMIMA (Gerakan Bersama Sauyunan Miara Makam), Jumat (21/8/2026), di Makam Astana Gede Kuningan, Jalan Syeh Maulana Akbar.
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi ke-528 Kuningan dan diikuti unsur pemerintah daerah, Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, pengelola makam, hingga masyarakat.
Gema SAUMIMA merupakan gerakan untuk mengajak masyarakat menjaga kebersihan dan merawat makam beserta lingkungan sekitarnya. Gerakan ini juga menjadi upaya melestarikan tradisi mulasara karuhun atau merawat dan menghormati para leluhur.
Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., mengatakan Gema SAUMIMA bukan sekadar kegiatan bersih-bersih makam, tetapi bagian dari gerakan sosial, budaya, dan keagamaan.
“Kita tidak hanya melaksanakan bebersih saja, tetapi sedang membangun sebuah gerakan sosial, gerakan budaya, gerakan keagamaan yang memang semakin hari semakin luntur,” tutur Bupati.
Menurutnya, makam memiliki nilai sejarah karena menjadi pengingat bagi generasi sekarang terhadap para pendahulu yang telah berjasa dalam perjalanan Kabupaten Kuningan.
Pencanangan Gema SAUMIMA juga membawa dampak bagi pedagang bunga di sekitar Astana Gede. Salah satunya Iwing (63), yang mengaku dagangannya ramai. Dengan harga Rp5.000 per bungkus, hingga pagi hari ia telah mengantongi sekitar Rp150.000.
“Alhamdulillah rame hari ini, jam segini udah mau habis, udah dapat Rp150 ribu,” ujarnya. [UN]













