Example floating
Example floating
Budaya

Hajat Balarea Pangauban Cisanggarung, Rawat Harmoni Alam dan Budaya

×

Hajat Balarea Pangauban Cisanggarung, Rawat Harmoni Alam dan Budaya

Sebarkan artikel ini

lpplkuningan.co.id – Hajat Balarea Pangauban Cisanggarung kembali digelar untuk memasuki tahun ke-9. Kegiatan yang berlangsung di Saung Kopi Hawwu, Cirendang, Kabupaten Kuningan, Jumat (21/8/2026), mengusung tema “Suci Ing Pamrih, Rancage Gawe.”

Hajat Balarea merupakan agenda tahunan Pangauban Cisanggarung. Sementara kegiatan yang dilaksanakan setiap delapan tahun dikenal sebagai hajat ageung sewindu. Memasuki tahun ke-9, kegiatan ini menjadi penanda dimulainya windu kedua perjalanan Pangauban Cisanggarung.

Tema “Suci Ing Pamrih, Rancage Gawe” memiliki makna mendalam. Suci ing pamrih berarti setiap ikhtiar harus dilakukan dengan niat yang bersih, tanpa didorong kepentingan pribadi, melainkan dilandasi keinginan untuk menjaga kehidupan bersama.

Sementara itu, rancage gawe menjadi pengingat bagi setiap incu putu agar senantiasa rajin, cekatan, pandai, serta mengedepankan gotong royong dan rasa saling menyayangi dalam menjalankan pengabdian kepada masyarakat, budaya, dan alam.

Acara tersebut dihadiri Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Kuningan, Rangga Apriatna, S.STP., M.A.P., yang hadir mewakili Bupati Kuningan.

Dalam sambutannya, Rangga menekankan pentingnya menjaga hubungan antara manusia dan alam di tengah perubahan zaman serta perkembangan teknologi.

“Kuningan boleh berubah, zaman boleh berubah, teknologi boleh berkembang, tetapi hubungan manusia dengan alam tidak boleh putus. Sebab ketika alam rusak, yang pertama kali menerima akibatnya adalah manusia sendiri,” ujarnya.

Menurutnya, upaya menjaga lingkungan dan budaya tidak dapat dilakukan pemerintah seorang diri. Kolaborasi dengan masyarakat, komunitas, sesepuh, serta tokoh budaya menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan lingkungan dan nilai-nilai budaya di Kuningan.

Rangga juga berharap semangat dan keteladanan para incu putu Pangauban Cisanggarung dapat terus berkembang dan memberikan pengaruh positif kepada masyarakat.

“Harapan saya semangat dan keteladanan dari barisan incu putu Pangauban Cisanggarung ini dapat menjalar seperti aliran Sungai Cisanggarung itu sendiri. Mengalir ke seluruh lapisan masyarakat Kuningan, bahkan ke luar daerah,” katanya.

Ia berharap nilai yang dibawa Pangauban Cisanggarung dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat dalam membangun lingkungan sekaligus menjaga budaya secara berkelanjutan.

“Menjadi inspirasi bagi siapa pun yang ingin membangun lingkungan dan budaya secara berkelanjutan,” pungkasnya. [UN]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *