Example floating
Example floating
Jejak Leluhur

Kisah Syeh Maulana Akbar dan Pangeran Arya Kamuning

×

Kisah Syeh Maulana Akbar dan Pangeran Arya Kamuning

Sebarkan artikel ini
Makam Syeh Maulana Akbar di Kompleks Permakaman Astana Gede, Lingkungan Cipicung Kelurahan Kuningan, Kecamatan Kuningan, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat.* Foto LPPL KUNINGAN/ULFA NURFAUZIAH

SYEH Maulana Akbar, adalah salah satu tokoh Islam di Kuningan. Ia berasal dari Mekah yang mendapat tugas untuk menyebarkan agama Islam di Pulau Jawa, termasuk daerah Cirebon.

Setelah lama tinggal di Cirebon, Syeh Maulana Akbar mendapat tugas dari kakaknya yaitu Syeh Nurjati untuk menyebarkan agama Islam di daerah Kajene yang sekarang dikenal dengan sebutan daerah Kuningan.

Di Kajene, Syeh Maulana Akbar bertemu dengan wanita cantik keturunan Pajajaran bernama Wandansari. Ia adalah putrinya Raden Surayana, anak putra Prabu Dewa Niskala. Hasil pernikahan dengan Dewi Wandansari, Syeh Maulana Akbar dikarunia seorang putra yang diberi nama  Maulana Aripin.

Syeh Maulana Akbar bersama adiknya yaitu Syeh Datul Kahfi, mengembara di Luragung. Tapi, tidak lama karena kemudian pindah ke Sidapurna.

Di Sidapurna Syeh Maulana Akbar mendirikan satu pesantren. Pesantren yang didirikannya cukup terkenal khususnya di daerah Kajene, padahal pada awal masuk ke Kajene rakyat Kajene masih menganut agama Hindu Budha.

Pada suatu hari, ia kedatangan Raden Bratawijaya atau lebih dikenal dengan nama Arya Kamuning dan saudaranya Raden Jayaraksa, yang saat itu masih menganut Agama Hindu Budha.

Arya Kamuning dan Jayaraksa mau menanyakan perihal Syeh Maulana Akbar yang menyebarkan paham baru yakni Agama Islam di Kajene.

”Saya ini Arya Kamuning, dan ini kakak saya Jayaraksa mau menanyakan soal maksud anda menyebarkan agama Islam di Kajene,” kata Arya Kamuning, mengawali pembicaraan.

“Oh begitu, sebenarnya saya menyebarkan paham baru. Tapi sekadar mengenalkan kembali paham lama yang dianut oleh Rakyat Luragung,” jawab Syeh Maulana Akbar.

“Apa sebabnya? Arya Kamuning kembali bertanya.
“Sebab agama ini turun sejak dari zaman Nabi Adam Alaihi Salam, ribuan tahun silam paham ini seakan terlupakan ajarannya,” jawab Syeh Maulana Akbar.

Kemudian Syeh Maulana Akbar menerangkan, tentang paham itu sama. Tapi Allah mengutus Nabi Muhamad SAW sebagai Nabi terakhir untuk meluruskan paham ini agar kembali ke  paham semula.

Mendengar jawaban Syeh Maulana Akbar, kedua Satria Pajajaran itu mengangguk pertanda mengerti dan memahami maksud Syeh Maulana Akbar. Lalu keduanya berpamitan untuk pulang ke Keraton Kajene.

Setelah itu, Jayaraksa maupun Arya Kamuning sering berkunjung ke Sidapurna untuk menimba ilmu Agama Islam secara mendalam, setelah keduanya masuk agama Islam. (Amr/Berbagai Sumber)***

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *