lpplkuningan.co.id-Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) unit Garda Sabanda, mengenalkan NutriKopi, fermentasi bergizi tinggi berbahan limbah kulit kopi, kepada para peternak domba dan sapi di Kampung Pahing, Desa Pamulihan, Kecamatan Subang, Kabupaten Kuningan.
Desa Pamulihan dikenal sebagai salah satu penghasil kopi di Kuningan. Setiap musim panen, limbah kulit kopi menumpuk dan jarang dimanfaatkan. Padahal, peternak sapi dan kambing di desa itu membutuhkan pakan tambahan untuk ternak peliharaannya. Suplemen kesehatan ternak yang murah dan mudah dibuat sendiri masih terbatas.
Oleh karena itu, Mahasiswa KKN-PPM UGM menggagas membuat NutriKopi dari bahan kulit kopi yang difermentasi bersama dengan EM4 dan molase selama 14 sampai 21 hari. Hasilnya pakan kaya serat, protein, antioksidan, dan mineral.
Pakan tambahan tersebt, bisa dicampurkan ke pakan harian sapi potong, sapi perah, kambing, dan domba, dengan takaran yang beda-beda tergantung jenis ternaknya.
Sebelumnya di Puhun, Mahasiswa KKN-PPM UGM pun mengenalkan FarmBoost yaitu jamu herbal penambah nafsu makan ternak, dengan bahan baku kunyit, temulawak, jahe, dan sereh yang difermentasi bersama EM4 Peternakan. Jamu ini diklaim mampu menambah nafsu makan ternak, menjaga pencernaan, dan mempercepat pemulihan ternak yang stres akibat perjalanan jauh atau pergantian pakan.
Di Dusun Puhun, warga tidak hanya menonton, tapi ikut turun tangan: mengiris bahan herbal, memblender, mencampur dengan molase, hingga menutup rapat ember fermentasi yang butuh enam hari sebelum siap dipakai.
Ketua RW 06, Dusun Pahing menyambut hangat program ini. Dalam sambutannya, ia menyampaikan terima kasih kepada mahasiswa KKN-PPM UGM atas ilmu yang
dibagikan kepada warga.
Dia berharap, FarmBoost serta NutriKopi bisa terus dipraktikkan warga setelah masa KKN berakhir.
IMahasiswa KKN-PPM UGM dari Fakultas Kedokteran Hewan, Reina Dwi Mawanti Rulinda, NutriKopi dan FarmBoost dirancang menggunakan bahan yang mudah diperoleh warga, sehingga dapat diproduksi secara mandiri. Selain itu memberikan nilai tambah bagi potensi lokal Desa Pamulihan.
“Semoga peternak di Desa Pamulihan dapat memproduksi pakan dan suplemen ternak secara mandiri, berkelanjutan, dan berbasis potensi lokal, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan peternak di masa mendatang,” kata Reina. (Deham)*
Sumber : Ameliana Hardianti Utari Sumber Foto: Tim Unit KKN-PPM UGM Garda Sabanda, Desa Pamulihan, Subang, Kuningan, Jawa Barat












