Example floating
Example floating
Opini

Perang Melawan Penjajah Hawa Nafsu

×

Perang Melawan Penjajah Hawa Nafsu

Sebarkan artikel ini

DI zaman sekarang, banyak orang merasa dirinya bebas menentukan pilihan hidup. Tapi yang sering terjadi justru sebaliknya: kita diperbudak oleh keinginan-keinginan yang tidak ada ujungnya.

Tanpa disadari, banyak waktu terbuang begitu saja hanya karena mengikuti hawa nafsu. Berjam-jam terkuras untuk bersenang-senang, menghabiskan waktu di dunia maya, mengisi hari dengan sesuatu yang tidak membawa manfaat apa pun.

Anehnya, semua itu dilakukan tanpa rasa bersalah. Seakan-akan waktu hanyalah ruang kosong yang boleh diisi dengan apa saja, selama membuat kita merasa nyaman.

Contoh nyata dari manusia yang terjajah oleh hawa nafsu dapat dilihat pada para koruptor yang diperbudak oleh keserakahan dan ketamakan.

Para penjudi yang tidak mampu mengendalikan kecanduannya juga merupakan contoh lain dari manusia yang tidak bebas.Demikian pula, para pelaku maksiat yang terus-menerus terperangkap dalam dosa dan kesesatan tidak pernah merasakan kebebasan sejati.

Perang melawan musuh memang tugas yang berat, tetapi perang melawan hawa nafsu adalah tugas yang lebih berat karena melawan diri sendiri.

Taat kepada Allah merupakan satu cara agar menjadi manusia yang bebas. Dalam surah An-Nur ayat 52, Allah berfirman bahwa orang yang taat kepada-Nya dan Rasul-Nya, takut kepada Allah, dan bertakwa kepada-Nya adalah orang-orang yang mendapatkan kemenangan.

Ketakwaan dan ketaatan kepada Allah memberikan kebebasan dari belenggu hawa nafsu dan dosa. Jauhnya dari maksiat dan perjudian adalah langkah penting dalam mencapai kebebasan dari penjajahan nafsu.***

Penulis : Asep Kamaludin, S.IP ( Aktivis MPPKS Muhammadiyah Kuningan )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *