Harga Sayuran Naik di Pasar Darma
lpplkuningan.co.id – Musim kemarau mulai berdampak terhadap pasokan dan harga sejumlah komoditas sayuran di Pasar Darma, Kabupaten Kuningan. Pedagang mengaku kesulitan mendapatkan pasokan dari petani sehingga harus mengandalkan pasokan dari bandar.
Kondisi tersebut dirasakan Cicih Sukarsih (56), pedagang sayur yang telah berjualan di Pasar Darma selama sekitar 20 tahun. Ia menjual berbagai kebutuhan dapur, mulai dari sayuran, cabai, bawang merah, bawang putih hingga komoditas lainnya.
Menurut Cicih, memasuki musim kemarau, pasokan sayuran menjadi lebih terbatas. Kondisi tersebut terutama terasa pada sejumlah sayuran hijau seperti sawi, buncis, dan timun.
“Pengaruh sekali musim kemarau ini, semua mahal,” ujar Cicih saat ditemui di Pasar Darma, Senin (10/8/2026).
Keterbatasan pasokan juga membuat harga sejumlah jenis cabai mengalami kenaikan. Cicih menyebut, harga cabai hijau besar saat ini sekitar Rp20.000 per kilogram.
Sementara cabai rawit mencapai Rp50.000 per kilogram. Bawang merah Rp30.000 perkilo sedangkan bawang putih Rp40.000 perkilo. Ko
Adapun cabai keriting hijau dijual sekitar Rp50.000 per kilogram, sedangkan cabai keriting merah mencapai Rp55.000 per kilogram.
Untuk komoditas lainnya, harga telur berada di kisaran Rp25.000 per kilogram dan daging ayam sekitar Rp42.000 per kilogram.
Namun, tidak seluruh komoditas mengalami kenaikan. Harga tomat justru mengalami penurunan. Saat ini, tomat dijual sekitar Rp5000 per kilogram.
Cicih mengatakan, kesulitan mendapatkan sayuran dari petani membuat dirinya harus mencari pasokan melalui bandar untuk memenuhi kebutuhan dagangan.
“Kalau dari petani susah, jadi sekarang ambilnya dari bandar,” katanya.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan bagi pedagang sayur di pasar tradisional. Ketika pasokan berkurang, pedagang harus menyesuaikan harga jual dengan kondisi barang yang diperoleh.
Cicih berharap kondisi pasokan sayuran kembali normal sehingga harga komoditas di pasar dapat lebih stabil dan tidak terlalu membebani pedagang maupun masyarakat sebagai konsumen.
Musim kemarau pun menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam menjaga ketersediaan bahan pangan, terutama komoditas hortikultura yang membutuhkan pasokan air cukup untuk pertumbuhannya. [UN]














Respon (1)