Example floating
Example floating
Kesehatan

Puskesmas Darma Perkuat Kader Posyandu untuk Pemantauan Kesehatan dan Stunting

×

Puskesmas Darma Perkuat Kader Posyandu untuk Pemantauan Kesehatan dan Stunting

Sebarkan artikel ini
Kunjungan Tim Puskesmas Darma ke Desa Cimenga. .(Foto: LPPL KUNINGAN/ ULFA NURFAUZIAH)

lpplkuningan.co.id — Puskesmas Darma memperkuat kapasitas kader Posyandu melalui pembinaan dan pendampingan di Desa Cimenga, Kecamatan Darma, Kabupaten Kuningan, Senin (24/8/2026).

Pembinaan dilakukan dalam rapat koordinasi (Rakor) Posyandu dengan memberikan pemahaman kepada kader mengenai penerapan Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) atau Posyandu berbasis siklus hidup.

Petugas Promosi Kesehatan (Promkes) Puskesmas Darma, Dede Triswanto, mengatakan pendampingan tidak hanya berfokus pada pelaksanaan kegiatan Posyandu, tetapi juga bagaimana kader mampu melakukan pemantauan terhadap sasaran dan menindaklanjuti hasil pelayanan.

Menurutnya, kader diarahkan untuk memahami jumlah sasaran Posyandu, tingkat kehadiran masyarakat, hingga persentase kunjungan. Data tersebut kemudian menjadi dasar untuk menentukan tindak lanjut, termasuk melakukan kunjungan rumah kepada sasaran yang belum mendapatkan pelayanan.

“Jadi kita melihat persentase kunjungan yang datang ke Posyandu itu berapa persen, terus kita juga mengarahkan kader untuk tindak lanjutnya dilakukan kunjungan rumah,” ujar Dede saat ditemui di Desa Cimenga, Senin (24/8/2026).

Dede menjelaskan, penguatan peran kader menjadi semakin penting seiring Posyandu yang kini menjadi bagian dari Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD). Kader diharapkan tidak hanya aktif saat kegiatan Posyandu berlangsung, tetapi juga mampu membantu memastikan sasaran mendapatkan pelayanan secara berkelanjutan.

Salah satu persoalan kesehatan yang menjadi perhatian Puskesmas Darma adalah stunting. Dede menyebut kasus stunting masih ditemukan di wilayah Kecamatan Darma sehingga diperlukan penguatan pemantauan dan intervensi melalui Posyandu.

“Kalau stunting memang ada, dan angka juga meningkat. Untuk Kecamatan Darma sekarang agak banyak,” kata Dede.

Untuk menangani persoalan tersebut, Puskesmas Darma melakukan sejumlah upaya, antara lain edukasi kepada orang tua, pemantauan pertumbuhan oleh tenaga kesehatan bersama kader, serta pemberian makanan tambahan (PMT) bagi bayi dan balita sesuai kebutuhan.

Pemantauan dilakukan secara berkala untuk melihat perkembangan anak. Hasil pemantauan tersebut menjadi bahan bagi tenaga kesehatan untuk menentukan langkah berikutnya, termasuk dalam pendampingan gizi.

Dede menegaskan, upaya menekan stunting membutuhkan pemantauan yang berkelanjutan dan keterlibatan kader di tingkat masyarakat.

“Intinya selalu ada pemantauan dari tim kita, dari pihak Puskesmas,” ujarnya.

Pembinaan kader di Desa Cimenga juga dilakukan sebagai bagian dari persiapan agenda kunjungan dari pemerintah tingkat kabupaten dan provinsi yang direncanakan berlangsung pada Jumat mendatang.

Melalui pendampingan tersebut, Puskesmas Darma berharap kader semakin memahami perannya dalam penerapan Posyandu ILP, pengelolaan data sasaran, tindak lanjut melalui kunjungan rumah, serta pemantauan kesehatan masyarakat di tingkat desa. [UN]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *