Example floating
Example floating
Pendidikan

Literasi Harus Mampu Membentuk Masyarakat Memahami Informasi

×

Literasi Harus Mampu Membentuk Masyarakat Memahami Informasi

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Kuningan, Drs. H. Nurahim, M.Si., mengalungkan selendang.*

lpplkuningan.co.id-Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Kuningan, Drs. H. Nurahim, M.Si., mengatakan literasi harus mampu membentuk masyarakat mencari informasi, memahami informasi, berpikir kritis, memilah informasi yang benar, mengolah pengetahuan menjadi gagasan, dan mengubah gagasan menjadi karya serta tindakan yang bermanfaat.

Masyarakat yang literat ialah masyarakat yang terus belajar, terbuka terhadap pengetahuan, mampu beradaptasi terhadap perubahan, bijak dalam menggunakan teknologi, serta mampu menjadikan informasi sebagai kekuatan untuk meningkatkan kualitas hidup.

Oleh karena itu, kata Nurahim, perpustakaan masa kini tak cukup hanya menjadi tempat menyimpan buku. Artinya, perpustakaan harus hadir sebagai ruang belajar, ruang berkarya, ruang berdiskusi, ruang berinovasi, dan ruang pemberdayaan masyarakat.

Baca Juga : Gali Potensi Budaya Lokal Melalui Karya Tulis

“Inilah semangat transformasi perpustakaan yang harus terus kita dorong,” kata Nurahim, dalam acara Safari Literasi Jawa Barat, di Gedung Wisma Permata Lantai II sekitar Kompleks Stadion Mashud Wisnu Saputra,” Selasa, 11 Agustus 2026.

Menurut dia, Kabupaten Kuningan memiliki potensi besar dalam pengembangan gerakan literasi. Buktinya, memiliki perpustakaan sekolah, madrasah, taman bacaan Masyarakat, komunitas literasi, pegiat budaya, penulis, pendongeng, penggerak masyarakat, serta berbagai elemen lainnya yang memiliki kepedulian terhadap peningkatan budaya baca dan literasi.

Dengan kolaborasi yang semakin kuat, dia optimis gerakan literasi di Kabuaten Kuningan akan semakin dekat dengan masyarakat dan memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah ini.

“Mari kita bangun budaya literasi bukan hanya membaca buku, tetapi juga mengajak masyarakat membaca kehidupan, membaca perubahan, membaca peluang, dan membaca masa depan,” katanya. (Rahayu)***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *